pencarian info

Loading

Minggu, 24 Agustus 2014

Memorian






sudah lama gak ada postingan...
ini beberapa photo aku, sama sepupu n teman-teman...


Kamis, 29 November 2012

Gagal Jantung


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Pengertian
Menurut Poole-Wilson Gagal jantung adalah suatu sindrom klinik yang disebabkan oleh suatu kelainan jantung dan dapat dikenali dari reponse hemodinamik, renal, neural dan hormonal yang karakteristik. ( Pramonohadi Prabowo, 2003 ).
Selain itu, gagal jantung sering disebut gagal jantung kongestif adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Istilah gagal jantung kongestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan sisi kanan.
Gagal serambi kiri dan atau kanan dari jantung mengakibatkan ketidakmampuan untuk member keluaran yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan menyebabkan terjadinya kongesti pulmonal dan sistemik. Karenanya diagnostic dan terapeutik berlanjut. CHF selanjutnya dihubungkan dengan morbiditas dan mortalitas. ( Doenges: 2000)
B.     Etiologi
Kelainan otot jantung  menyebabkan penurunan kontraktilitas jantung. Hal yg mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup atero sclerosis koroner, hipertensi arterial dan degeneratif atau inflamasi.
  Penyakit arteri koroner yang menimbulkan infark miokard dan tidak berfungsinya miokardium (kardiomiopati iskemik) karena terganggunya aliran darah keotot jantung. Terjadi hipoksia dan asidosis akibat penumpukan as. Laktat. Infark miokard biasanya mendahului terjadinya gagal jantung. Penyebab paling sering adalah kardiomiopati alkoholik, miokarditis viral (termasuk infeksi HIV) dan kardiomiopati dilatasi tanpa penyebab pasti (kardiomiopati idiopatik).
Hipertensi Sistemik / pulmonal (peningkatan afterload), meningkatka beban kerja jantung mengakibatkan hipertropi serabut otot jantung. Efek tersebut (hipertropi miokard) dianggap sebagai kompensasi karena meningkatkan kontraktilitas jantung, karena alas an yg tidak jelas hipertropi otot jantung dapat berfungsi secara normal, akhirnya terjadi gagal jantung.
 Peradangan dan penyakit myocardium degeneratif b/d gagal jantung karena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.
Penyakit jantung lain. Mekanisme yang biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah melalui jantung (mis; stenosis katup semilunair), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (mis; tamponade pericardium, perikarditis konstriktif, atau stenosis katup AV), atau pengosongan jantung abnormal (mis; insuf katup AV). Peningkatan mendadak afterload akibat meningkatnya tekanan darah sistemik (hipertensi Maligna) dapat menyebabkan gagal jantung meskipun tidak ada hipertropi miokardial.
C.     Anatomi fisiologi
Jantung terletak dalam rongga dada paru-paru kiri dan kanan diatas diafarma.
Lapisan jantung :
1.       Pericardium (lapisan luar)
Merupakan selaput pembungkus jantung yang terdiri dari jaringan ikat
2.      Myocardium (lapisan tengah)
             Merupakan selaput jantung yang terdiri dari 3 macam otot :
·         Atrium
·         Ventrikel
·         Serat khusus
3.      Endocardium (lapisan dalam)
Lapisan dalam jantung yang berhubungan langsung dengan ruangan dalam jantung terdiri dari jaringan epitel.
Ø  Pembulah darah jantung
Pada dinding jantung terdapat pembuluh darah yang memberikan makanan terhadap otot jantung
1.      Pembuluh darah yang masuk
·         Vena cava
Darah masuk keatrium kiri keseluruh tubuh mengandung CO2
·         Vena pulmnalis
Darah masuk keatrium kiri yang berasal dari paru-paru mengandung O2
2.      Pembuluh darah yang masuk keluar
·         Aorta
Darah keluar dari ventrikel kiri keseluruh tubuh, mengandung O2
·         Arteri pulmonalis
Darah keluar dari ventrikelkanan keparu-paru mengandung CO2
(syaifuddin, 1997 : 66)
D.     Patofisiologi
Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi gangguan kemampuan kontraktilitas jantung, yang menyebabkan curah jantung normal. Konsep curah jantung paling baik dijelaskan dengan persamaan CO= HR X SV di mana curah jantung (CO : Cardiac Output) adalah fungsi frekuensi jantung ( Heart Rate) X volume sekuncup ( SV : Stroke Volume).
Frekuensi jantung adalah fungsi system saraf otonom. Bila curah jantung berkurang, sistem saraf simpatis akan mempercepat frekuensi jantung untuk mempertahankan curah jantung. Bila mekanisme kompensasi ini gagal untuk mempertahankan perfusi jaringan yang memadai, maka volume sekuncup jantunglah yang harus menyesuaikan diri untuk mempertahankan curah jantung.
Tetapi pada gagal jantung dengan masalah utama kerusakan dan kekakuan serabut otot jantung, volume sekuncup berkurang dan curah jantung normal masih dipertahankan. Volume sekuncup, sejumlah darah yang dipompa pada setiap kontraksi tergantung pada tiga factor :
1.      Preload adalah sinonim dengan Hukum Starling pada jantung yang menyatakan bahwa jumlah darah yang mengisi jantung berbanding langsung dengan tekanan yang ditimbulkan oleh panjangnya regangan serabut jantung.
2.      Kontraktilitas mengacu pada perubahan kekuatan kontraksi yang terjadi pada tingkat sel dan berhubungan dengan perubahan panjang serabut jantung dan kadar kalsium.
3.      Afterload mengacu pada besarnya tekanan ventrikel yang harus dihasilkan untuk memompa darah melawan perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh tekanan arteriole.
Pada gagal jantung, jika satu atau lebih dari tiga factor tersebut terganggu, hasilnya curah jantung berkurang. Kemudian dalam menentukan pengukuran hemodinamika melalui prosedur pemantauan invasif telah mempermudah diagnosa gagal jantung kongestif dan mempermudah penerapan terapi farmakologis yang efektif.
E.      Tanda dan Gejala
a.        Gagal jantung kanan:

Oedema/pitting oedema
Anoreksia/perut kembung
Neusea
Asites Tekanan vena jugularis meningkat
Pulsasi vena jugularis
Hepatomegali
Fatique ( mudah lelah )
Hipertropi jantung kanan
Irama derap/gallop ventrikel kanan
Irama derap/gallop atrium kanan
Murmur
Tanda-tanda penyakit paru kronik
Bunyi paru-paru mengeras
Hidrothorax

b. Gagal jantung kiri

Lemas/fatique
Berdebar-debar
Sesak nafas (dispnea d’effort)
Orthopnea
Dyspnea noctural paroximal
Pembesaran jantung
Keringat dingin
Takhikardia
Kongesti vena pulmonalis
Ronchi basah dan wheezing
Terdapat BJ III dan IV (gallop)
Cheynes stokes


F.      Komplikasi
Syok kardiogenik
G.     Penunjang
Pemeriksaan Penunjang
·         Fohto thorak®pembesaran jantung, oedema paru
·         EKG ®kenaikan segmen ST/T menunjukkan penyebab gagal jantung
·         Enzim SGOT dan SGPT®peningkat pada gagal jantung
·         Elektrolit, BUN, kreatinin meningkat® penurunan fungsi ginjal
·         AGD ® untuk menilai keadekuatan PO2 ¯, PCO2­, PH¯.
(Dongoes, 2000 : 54)
H.     Penatalaksanaan
·         Panduan praktik terbaik yang dikeluarkan oleh America heart Association telah mengidentifikasikan penggunaan penyekat beta dan penghambat enzim perubahan angiotensin (inhibitor ACE) sebagai terapi yang paling efektif  untuk gagal jantung kecuali ada kontraindikasi khusus.Inhibitor ACE menurunkan afterload (TPR) volume plasma (preload).Penyekat reseptor angiotensin dapat digunakan sebagai inhibitor ACE.
·         Diberikan diuretic untuk menurunkan volume plasma sehingga aliran balik vena dan peregangan serabut otot jantung berkurang.
·         Terapi oksigen mungkin digunakan untuk mengurangi kebutuhan jantung.
·         Nitrat mungkin diberikan untuk mengurangi afterload dan preload.
·         Uji-coba nitric oxide boosting drug (BiDil) untuk beberapa pasien penderita gagal jantung, terutama Afro- Amerika, menunjukan bahwa obat ini memperbaiki kualitas hidup pasien dan angka keselamatan hidup yang lebih lama.
·         Penyekat aldosteron (epleronon) telah terbukti mengobati gagal jantung kongestif setelah serangan jantung.
·         Digoksin (digitalis) mungkin diberikan untuk meningkatkan kontraktilitas. Digoksin bekerja secara lansung pada serabut otot jantung untuk meningkatkan kekuatan setiap kontraksi tanpa bergantung panjang serabut otot. Hal ini akan menyebabkan peningkatan curah jantung sehingga volume dan peregangan ruang ventrikel berkurang. Saat ini digitalis lebih jarang digunakan untuk mengatasi gagal jantung di bandingkan masa sebelumnya.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari makalah ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa penyakit gagal jantung merupakan penyakit yang tergolong sangat berbahaya, karena menyerang organ vital dari tubuh manusia. Oleh karena itu harus segera ditangani, apabila tidak segera ditangani maka akan dapat menyebabkan kematian bagi sipenderita.
B.     Saran
Saran yang dapat kami berikan yaitu bagi penderita gagal jantung agar melakukan pemeriksaan selalu guna mengetahui sejauh mana kondisi dan seberapa parah penyakitnya.













Daftar Pustaka
Larrison. 2000. Larrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam. EGC. Jakarta.
Doengoes, Marylin E. (2000). Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 3 EGC. Jakarta.
Harrison. 2000. Harrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam. EGC. Jakarta.
Udjianti, Wajan Juni. 2011.  Keperawatan Kardiovaskuler. Selemba Medika. Jakarta.

Jumat, 03 Februari 2012

Ringkasan Teori-Teori Keperawatan

Ringkasan Teori-Teori Keperawatan

A.   Model Konseptual Keperawatan menurut Orem

Model konsep menurut Dorothea Orem dikenal dengan Model Self Care.Dorothea Orem mendefenisikan keperawatan yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri.

Pandangan Orem terhadap  empat konsep sentral
a)   Manusia
     Suatu kesatuan yang dipandang sebagai berfungsi secara biologis simbolik dan sosial serta berinisiasi dan melakukan kegiatan asuhan/perawatan mandiri untuk mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan. Kegiatan asuhan keperawatan mandiri terkait dengan
1. Udara
2. Air
3. Makanan
4. Eliminasi
5. Kegiatan dan istirahat
6. Interaksi sosial
7. Pencegahan terhadap bahaya kehidupan
8. Kesejahteraan dan peningkatan fungsi manusia
    Manusia memiliki kemampuan/kapasitas Refleksi diri & lingkungan serta berkreasi melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya.

b)   Lingkungan
    Lingkungan sekitar individu yang membentuk sistem terintegrasi dan interaktif. Segala sesuatu yang berada di sekitar kita baik fisik, kimia, biologi dan sosial yang juga dapat mempengaruhi individu dalam memenuhi kebutuhan self care-nya secara optimal.

c)   Kesehatan
      keadaaan sehat secara psikologi, interpersonal dan sosial.

d)  Keperawatan
   sebagai human service, dimana keperawatan difokuskan bagi mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri secara terus menerus.Upaya kreatif manusia ditujukan untuk menolong sesama.

B.     Model Konseptual Keperawatan menurut Roy

Suster  Callista Roy memandang klien sebagai suatu system adaptasi.Callista Roy dalam model konsep keperawatannya menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara mempertahankan perilaku secara adaptif serta mampu merubah perilaku yang mal adaptif.

Pandangan Roy terhadap empat  konsep senral

a)   Manusia
   Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistic sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, control, output, dan proses umpan balik.

b)   Lingkungan
Lingkungan merupakan masukan (input) bagi manusia sebagai sistem yang adaptif sama halnya lingkungan sebagai stimulus eksternal dan internal.Stimulus dikelompokan menjadi tiga yaitu fokal, konstektual, dan residual.Lebih luas lagi lingkungan didefinisikan sebagai segala kondisi, keadaan disekitar dan mempengaruhi keadaan, perkembangan dan perilaku manusia sebagai individu ata kelompok.
c)   Kesehatan
    kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan terintegrasi secara keseluruhan.Integritas atau keutuhan manusia menyatakan secara tidak langsung bahwa kkesehatan atau kondisi tidak terganggu mengacu kelengkapan atau kesatuan dan kemungkinan tertinggi dari pemenuhan potensi manusia. Jadi Integritas adalah sehat.

d)  Keperawatan
     Roy (1983) menggambarkan keperawatan sebagai disiplin ilmu dan praktek. Keperawatan terdiri dari dua yaitu : tujuan keperawatan dan aktivitas keperawatan. Tujuan keperawatan adalah mempertinggi interaksi manusia dengan lingkungan. Jadi peningkatan adaptasi dalam tiap empat cara adaptasi yaitu : (1) fungsi fisiologis; (2) konsep diri; (3) fungsi peran dan (4) interdependensi.
C.    Model Konsep Keperawatan Virginia Handershon

   Model konsep keperawatan yang dijelaskan oleh handershon adalah model konsep aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji individu baik yang sakit atau sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehatan,penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.

Pandangan Handershon  terhadap  empat konsep sentral
a)   Manusia
Makhluk yang utuh, lengkap dan mandiri yang mempunyai 14 kebutuhan dasar manusia yang meliputi :
1.   Bernapas
2.   Makan dan minum cukup
3.   Eliminasi
4.   Mobilisasi (Bergerak dan mempertahankan posisi yang nyaman.)
5.   Tidur Istirahat
6.   Berpakaian
7.   Mempertahankan suhu tubuh
8.   Menjaga kebersihan
9.   Menghindari bahaya dari lingkungan
10. Berkomunikasi dengan orang lain
11. Bekerja yang menjanjikan prestasi
12. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
13. Beribadah menurut keyakinan
14. Belajar
b)   Lingkungan
Semua kondisi eksternal yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organism.
c)   Kesehatan

     Kesehatan adalah kualitas kehidupan dasar untuk berfungsi dan memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan.

d)  Keperawatan

     Fungsi unik perawat adalah membantu klien baik sehat maupun sakit, dalam melaksanakan kegiatan yang berkontribusi pada kesehatan, pemulihan atau meninggal dengan damai. Kegiatan yang akan dilakukan tanpa bantuan apabila mempunyai kekuatan/kemampuan, keinginan atau pengetahuan. Juga melakukannya sedemikian rupa untuk membantu klien mandiri secepat mungkin

D.   Model Konsep Keperawatan Roger

Model konsep keperawatan Martha e Rogers dikenal dengan konsep manusia sebagai unit.Roger berasumsi bahwa manusia merupakan suat kesatuan yang utuh,yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

Pandangan Roger terhadap  empat konsep sentral
a)Manusia
     Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik, antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian. Secara signifikan mempunyai sifat-sifat yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. Manusia akan terlihat saat bagiannya tidak dijumpai.
b)   Lingkungan
     Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal.
c) Kesehatan
Phillips (1990a) menyatakan bahwa ada dua definisi yang lebih baru dari kesehatan kongruen dengan Ilmu Rogers 'dari Kesatuan Manusia. Ini adalah bahwa "kesehatan adalah partisipasi dalam proses kehidupan dengan memilih dan melaksanakan perilaku yang mengarah pada pemenuhan optimal potensi orang '" (Madrid dan Winstead-Fry, 1986) dan bahwa "kesehatan adalah pola berirama energi yang saling meningkatkan dan mengekspresikan potensi kehidupan yang penuh "(Kim dan Moritz, 1982).
d)  Keperawatan
     Tentang keperawatan berhubungan langsung dengan proses kehidupan manusia dan bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan kealamiahan dan hubungannya dengan perkembangan. Untuk memperkuat teorinya Martha E. Rogers mengkombinasikan konsep manusia seutuhnya dengan prinsip homeodinamik yang kemudian di kemukakannya.
E.     Model Konsep Keperawatan Betty Neuman
Model konsep keperawatan yang dikemkakan oleh Betty Neuman ini adalah model konsep Health Care System yaitu model konsep yang menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditujukan pada penekanan penurunan stresdengan mmperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resisten dengan sasaran adalah komunitas.
Pandangan Betty Neuman  terhadap  empat konsep sentral
a)   Manusia
     Neuman memandang manusia sebagai makhluk holistic (memandang manusia secara keseluruhan) meliputi aspek fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan faktor spritual
b)   Lingkungan
     Menurut neuman lingkungan adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal yang berada di sekitar klien. Stressor yang berasal dari lingkungan meliputi tiga hal yaitu intrapersonal, interpetsonal dan ekstrapersonal.
c)   Kesehatan
     Sehat dimana bagaian dan sub bagian keseluruhan manusia yang selalu harmoni. Kesehatan manusia dalam status baik atau sakit,selalu berubah dalam lima variable yaitu fisiologo, psikologi, sosialbudaya, spiritual dan perkembangan.
d)  Keperawatan
     Neuman menyatakan bahwa keperawatan menperhatikan manusia secara utuh dan keperawatan adalah sebuah profesi yang unik yang mempertahankan semua variable yang mempengaruhi respon klien terhadap stressor. Melalui penggunaan model keperawatan dapat membantu individu, keluarga dan kelompok untuk mencapai dan mempertahankan level maksimum dari total wellness.


F.      Model Konsep Keperawatan Peplau
Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup proses interpersonal,perawat-klien,dan masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit. Proses interpersonal memiliki empat tahap yaitu fase orientasi,fase identifikasi,fase eksplorasi dan fase resolusi.
Pandangan Peplau terhadap  empat konsep sentral
a)Manusia
   Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk megurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal
b)   Lingkungan
    Budaya dan adat istiadat merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu
c)Kesehatan
    Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif
d)  Keperawatan
     Suatu proses interpersonal yang bermakna. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. Pengetahuan diri dalam konteks interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah.
G.    Model Konsep Keperawatan Leininger
Menurut Leininger adalah cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep, dalam terlaksananya asuhan keperawatan sesuai dengan latar belakang budaya. Tujuan dari teori leininger untuk memberikan keperawatan yang konsisten dengan ilmu pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai focus sentral.
Pandangan Leininger terhadap  empat konsep sentral
a)   Manusia
   Menurut pendapat Leininger tentang variasi struktur sosial, jalan hidup, dan nilai serta norma-norma dari berbagai budaya dan subkultur, individu memiliki opini dan pandangan tentang sehat, sakit, asuhan, sembuh, ketergantungan, dan kemandirian yang berasal dari budaya tersebut. Setiap manusia hidup di dalam dan dengan budayanya dan meneruskan pengetahuan tersebut terhadap generasi berikutnya. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki atribut fisik dan psikologis, maka hal tersebut merupakan atribut social atau secara lebih spesifik, merupakan atribut budaya atau etnik dari individu.

b)   Lingkungan
    Menurut Leininger, lingkungan di tentukan oleh cara orang-orang atau kelompok atau masyarakat tertentu memberi bentuk pada unsur lingkungan sosial mayoritas, ekonomi, budaya dan fisik. Menurut pendapatnya, sistem layanan budaya juga merupakan faktor lingkungan spesifik yang terdiri dari dua sub sistem :
1)   Layanan kesehatan formal (Profesional) : semua layanan yang menjadi bagian dari sistem layanan kesehatan regular, termasuk layanan medis, layanan keperawatan, dan fisioterapi.
2)   Layanan kesehatan informal, mencakup semua konsep dan ritual yang terlibat dalam bantuan sukarela, pengobatan tradisional, ritual dan kebiasaan etnik, pengobatan alternative.
c)   Kesehatan.
    Menurut Leininger, ia menggambarkan sehat dan sakit sebagai konsep yang di tentukan dan bergantung pada budaya. Apresiasi sehat dan sakit berbeda-beda antar-budaya, oleh sebab itu pengetahuan tentang budaya di perlukan agar mampu memahami makna yang diberikan oleh kelompok budaya tertentu terhadap sehat dan sakit.
d)  Keperawatan
    Dalam deskripsinya tentang keperawatan yang ia sebutkan sebagai keperawatan transkultural atau keperawatan etnik, Leininger menekankan aspek-aspek sebagai berikut
1)   Keperawatan sebagai seni keterampilan dan humanistic
2)   Keperawatan berpusat pada individu
3)  Tujuan dari keperawatan adalah untuk mempertahankan kesejahteraan, dan memberikan bantuan terhadap proses pemulihan dari suatu penyakit, sambil mempertimbangkan perbedaan budaya.
H.   Model Konsep Keperawatan Orlando
Model konsep  Orlando difokuskan pada prilaku klien menurut kebutuhan, yang memandang pemenuhan kebutuhan klien adalah dalam rangka mengatasi Masalah stress,meningkatkan kepuasan atau mendorong pencapaian kesehatan optimal
Pandangan Orlando terhadap  empat konsep sentral
a)      Manusia
Manusia bertindak atau berperilaku  secara verbal dan nonverbal, kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan, dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya.
b)      Lingkungan
Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan pasien berinteraksi, dan keduanya mempersepsikan, berfikit, dan merasakan dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan therapeutik dalam mencapai tujuannya, perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress.
c)      Kesehatan
Orlando tidak medefinisikan tentang sehat, tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat
d)     Keperawatan
Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi autonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan pasien yang bersifat segera. Itu merupakan tanggung jawab perawat untuk mengetahui kebutuhan pasien dan membantu memenuhinya. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar, yaitu perilaku pasien,  reaksi perawat dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan pasien.
I.       Model Konsep Keperawatan King
King memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan system terbuka dalam hubungan interaksi yang konstan dengan lingkungan,sehingga King mengemukakan dalam konsep interaksi.Tujuan yang ingin dicapai dari teori Imogene King berfokus pada interaksi tiga system: system personal, system interpersonal dan system sosial .
Pandangan King terhadap  empat konsep sentral
a)   Manusia
Menurut King, manusia merupakan makhluk sosial yang rasional danselalu ingin tahu. Manusia memiliki kemampuan untuk berfikir, berpersepsi, perasaan, memilih dan menetapkan tujuan, serta membuatkeputusan.Karena itu, manusia memiliki 3 kebutuhan dasar: Manusia membutuhakan informasi kesehatan yang dapat digunakannya, manusia membutukan pencegahan terhadap penyakit dan manusia membutuhkan perawatan saat dia mengalami sakit. Paradigma keperawatan Tugas pemicu sains dalam keperawatan
b)   Lingkungan
Lingkungan merupakan latarbelakang interaksi manusia, terdiri atas :-Lingkungan Internal : didalamnya terdapat transformasi energi yangakan memungkinkan manusia untuk mengatur perubahan lingkunganeksternal-Lingkungan Eksternal : meliputi organisasi formal dan informal.Keperawatan merupakan bagian dari lingkungan klien.

c)   Kesehatan
Menurut King, kesehatan adalah suatu pengalaman dinamis padakehidupan manusia, dimana hal tersebut merupakan penyesuaian terhadapadanya stressor lingkungan baik internal maupun eksternal denganmenggunakan sumber-sumber optimum sehingga dicapai potensi yangmaksimum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
d)  Keperawatan
     Keperawatan didefenisikan sebagai proses aksi, reaksi dan interaksi antara perawat dan klien yang saling tukar menukar informasi tentang persepsi keduanya dan kondisi keperawtan. Proses interaksi perawat-klienmelibatkan komunikasi, menentukan tujuan, eksplorasi dan menyetujuimakna dari tujuan.
J.      Model Konsep Keperawatan Watson
Jean Watson dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Filosofi Watson tentang asuhan keperawatan berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistic dari kehidupan. Pandangan teori Watson ini memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya
1)      Kebutuhan dasar biofisikal meliputi kebutuhan makanan dan cairan,eliminasi dan ventilasi,
2)      Kebutuhan dasar psikofisikal meliputi kebutuhan aktifitas dan istirahat,kebutuhan seksual
3)      Kebutuhan dasar psikososial meliputi kebutuhan berprestasi, beroganisasi,
4)      Kebutuhan intrapersonal dan interpersonal meliputi kebutuhan aktualisasi diri.
      Pandangan Watson terhadap  empat konsep sentral
a)      Manusia
      Adalah individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran, jiwa dan raga yang membutuhkan bantuan terhadap pengambilan keputusan tentang kondisi sehat sakitnya untuk meningkatkan harmonisasi self-control, pilihan dan self-determination.
b)      Lingkungan
      Lingkunga adalah dimana interaksi transpersonal caring terjadi antara klien dan perawat
c)      Kesehatan
      Kesehatan adalah kesatuan dan keharmonisan di dalam pikiran, jiwa dan raga antara diri dengan orang lain dan antara diri dengan lingkungan.
d)     Keperawatan
      Adalah penerapan atr dan human science melalui transaksi transpersonal caring untuk membantu manusia mencapai keharmonisan pikiran, jiwa dan raga yang menimbulkan self-knowlage, self-control dan self-healting.

DAFTAR PUSTAKA
POTTER & PERRY,2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 1.EGC.Jakarta
Hidayat,A.Aziz Alimul,2007.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.Salemba Medika.Jakarta
http://andaners.files.wordpress.com/2010/11/tgs-aplikasi-teori-orlando.doc